25 Maret 2025 03:17
Pemerintah resmi mengumumkan susunan pengurus Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) pada Maret 2025. Dalam struktur tersebut, perhatian publik langsung tertuju pada dua nama besar yang duduk di Dewan Pengarah: Presiden ke-7 RI Joko Widodo dan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Ini menjadi pertama kalinya dua mantan kepala negara Indonesia terlibat secara bersamaan dalam lembaga pengelolaan investasi nasional.
Danantara sendiri merupakan badan khusus yang dibentuk untuk mengelola dan mengembangkan aset negara secara profesional, modern, dan berorientasi global.
1. Penugasan Dua Mantan Presiden
Peresmian Danantara di Istana Merdeka | (Muhammad Adimaja/ANTARA)
Jokowi dan SBY tercatat sebagai anggota Dewan Pengarah yang secara umum bertugas memberikan arahan strategis jangka panjang terhadap visi dan misi Danantara. Keduanya tidak memegang peran operasional harian namun dinilai berpengaruh dalam memberikan legitimasi politik dan arah kebijakan makro bagi lembaga ini.
Selain dua presiden tersebut, Dewan Pengarah juga diisi oleh sejumlah tokoh senior pemerintahan dan menteri-menteri koordinator, antara lain Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri BUMN Erick Thohir, dan Menteri Sekretaris Negara Pratikno.
2. CEO dan Eksekutif Muda
Rosan Roeslani sebagai CEO Danatara | Sumber : Sekretariat Kepresidenan RI
Untuk operasional lembaga, pemerintah menunjuk Rosan Roeslani sebagai Chief Executive Officer (CEO) Danantara. Ia akan dibantu oleh Dony Oskaria sebagai Chief Operating Officer (COO) dan Pandu Sjahrir sebagai Chief Investment Officer (CIO). Tiga figur ini berada di jajaran Board of Danantara dan bertanggung jawab langsung terhadap pengelolaan investasi lembaga.
Kehadiran dua presiden dalam dewan pengarah diklaim sebagai bentuk kesinambungan arah pembangunan nasional dengan menggabungkan pengalaman kepemimpinan lintas era.
3. Struktur yang Diperkuat Global Advisor dan Komite Pengawasan
Selain Dewan Pengarah, Danantara juga membentuk Dewan Penasihat Internasional yang diisi oleh tokoh-tokoh kelas dunia seperti investor global Ray Dalio, ekonom Jeffrey Sachs, mantan Perdana Menteri Thailand Thaksin Shinawatra hingga tokoh perbankan Asia Helman Sitohang.
Untuk menjamin akuntabilitas, lembaga ini juga membentuk Komite Pengawasan dan Akuntabilitas yang terdiri dari perwakilan KPK, BPK, BPKP, PPATK, Kejaksaan dan Polri.
Danantara dibentuk sebagai bagian dari transformasi pengelolaan aset strategis negara. Pemerintah menilai perlunya badan khusus yang memiliki fleksibilitas dan profesionalisme layaknya sovereign wealth fund namun tetap berada dalam kerangka hukum dan pengawasan nasional.
Dengan struktur kepemimpinan yang melibatkan figur politik, profesional, dan internasional, Danantara ditargetkan menjadi salah satu badan investasi paling kredibel yang dimiliki Indonesia.
Hingga saat ini, Danantara belum mengumumkan prioritas investasi perdana, namun diproyeksikan akan berfokus pada sektor infrastruktur, energi hingga pengelolaan aset negara.
03 April 2025
02 April 2025
29 Maret 2025
28 Maret 2025
27 Maret 2025
02 April 2025
29 Maret 2025
03 April 2025