11 Februari 2025 02:06
Rekomendasi tersebut bertujuan untuk membatasi konsumsi minuman manis, termasuk susu perasa, jus, teh, hingga soda. Sebab beragam minuman tersebut terbukti memicu obesitas pada anak-anak, menyebabkan gigi berlubang, dan meningkatkan risiko kesehatan jangka panjang seperti diabetes tipe 2 dan penyakit jantung.
Meskipun jus telah lama dipasarkan sebagai pilihan yang sehat, para ahli menekankan bahwa bahkan jus buah 100% harus dibatasi karena kandungan gulanya yang tinggi dan kurangnya serat.
Kenapa Hanya Air dan Susu yang Aman untuk Anak?
1. Air sangat penting. Air menghidrasi, mendukung pencernaan, dan membantu menjaga fungsi tubuh tetap sehat—tanpa tambahan gula atau kalori yang tidak perlu.
2. Susu menyediakan nutrisi penting. Para ahli merekomendasikan susu murni tanpa pemanis atau susu nabati yang diperkaya sebagai sumber kalsium, vitamin D, dan protein untuk anak-anak yang sedang tumbuh. Namun, mereka menyarankan untuk tidak mengonsumsi susu perasa karena mengandung gula tambahan.
Kesalahpahaman umum di antara para orang tua adalah bahwa susu nabati, seperti susu almond, susu gandum, atau susu beras, memberikan manfaat nutrisi yang sama seperti susu sapi. Akan tetapi, banyak dari alternatif ini tidak memiliki nutrisi penting seperti protein dan kalsium alami. Susu kedelai yang diperkaya adalah satu-satunya alternatif nabati yang sangat mirip dengan profil nutrisi susu sapi, tetapi meskipun demikian, susu kedelai mungkin tidak memberikan nutrisi yang dapat diserap tubuh seperti susu sapi.
Seiring pertumbuhan anak, pilihan minuman mereka dapat berdampak jangka panjang pada kesehatan mereka. Rekomendasi ini memberdayakan orang tua untuk menyiapkan anak-anak mereka menuju kesuksesan dengan panduan sederhana yang didukung oleh sains.
Source : Kumparan.com
03 April 2025
02 April 2025
29 Maret 2025
28 Maret 2025
27 Maret 2025
02 April 2025
29 Maret 2025
03 April 2025