Ferry Rotinsulu Tinggalkan Sriwijaya FC: Perpisahan yang Menggetarkan Hati Suporter Laskar Wong Kito

02 April 2025 05:22

Suasana haru menyelimuti dunia sepak bola Sumatera Selatan. Salah satu sosok paling dihormati dalam tubuh Sriwijaya FC, Ferry Rotinsulu, resmi mengumumkan kepergiannya dari tim kebanggaan wong Palembang itu. Bukan sebagai pemain, bukan pula sebagai pelatih utama—tapi sebagai bagian dari jantung loyalitas klub yang selama ini menjadi pengikat semangat dan karakter tim.

Kabar ini datang tanpa gemuruh, tanpa drama, tapi justru terasa lebih menghantam: sebuah unggahan sederhana dari Ferry di akun pribadinya, berisi ucapan terima kasih dan harapan untuk masa depan Sriwijaya FC. Tapi buat para pecinta klub ini, kata-kata itu lebih dari cukup untuk bikin dada sesak.

“Terima kasih telah menjadi bagian dari perjalanan saya. SFC selalu punya tempat di hati saya,” tulis Ferry.

Sosok yang Tak Hanya Bermain, Tapi Membangun

Uploaded Image

Nama Ferry Rotinsulu bukan sekadar legenda di bawah mistar gawang. Ia adalah salah satu ikon Sriwijaya FC, bagian dari generasi emas klub ini saat meraih treble winner 2007–2008, dan sempat kembali sebagai bagian dari tim pelatih.

Sejak pensiun, Ferry tak pernah benar-benar “pergi.” Ia tetap terlibat, membimbing pemain muda, dan menjadi pengingat bahwa loyalitas itu masih ada dalam sepak bola modern.
 
Dalam beberapa tahun terakhir, Ferry banyak mengisi posisi penting di balik layar. Ia dikenal sebagai sosok yang tidak mencari sorotan, tapi selalu hadir dalam momen-momen krusial klub. Kepergiannya, bagi banyak orang, seperti kehilangan fondasi tak terlihat yang selama ini menopang bangunan Sriwijaya FC.

Reaksi Suporter: “Ferry Itu DNA SFC”

Begitu kabar perpisahan ini mencuat, linimasa pecinta Sriwijaya FC langsung dibanjiri komentar. Tagar #TerimaKasihFerry muncul secara organik, dan banyak yang menulis pesan emosional, mulai dari akun suporter hingga pemain muda binaan akademi SFC.
 
“Ferry bukan hanya pemain, dia bagian dari sejarah kami.”
“SFC tanpa Ferry, seperti stadion Jakabaring tanpa chant.”
“Semoga nanti balik lagi. Wong kito galo rindu.”
 
Tak sedikit pula yang berharap manajemen klub memberikan penghargaan resmi, semacam farewell match atau tribute day, untuk menghormati dedikasi Ferry selama ini.

Sriwijaya FC di Persimpangan Jalan

Uploaded Image

Kepergian Ferry Rotinsulu menambah daftar dinamika di internal Sriwijaya FC. Dalam beberapa musim terakhir, klub ini mengalami pasang-surut performa, ditambah tekanan keuangan dan perombakan manajemen.
 
Ferry dikenal sebagai sosok penengah yang menjaga agar api semangat tidak padam di ruang ganti. Dengan hengkangnya ia, manajemen harus bergerak cepat mencari figur pengganti—bukan hanya dari sisi teknis, tapi juga secara kultural dan moral.

Apa Selanjutnya untuk Ferry?

Meski belum ada pengumuman resmi soal ke mana langkah Ferry setelah ini, beberapa spekulasi menyebut ia mungkin akan mengambil waktu istirahat dari dunia sepak bola. Namun banyak juga yang berharap Ferry bisa kembali suatu hari nanti, sebagai direktur teknik, manajer, atau bahkan pelatih kepala.
 
Karena untuk orang seperti Ferry, hubungan dengan Sriwijaya FC bukan soal kontrak, tapi soal cinta.

 

Kesimpulan

  • Ferry Rotinsulu, mantan kiper legendaris dan bagian dari tim pelatih Sriwijaya FC, resmi meninggalkan klub.
  • Ia mengunggah pesan perpisahan emosional yang memantik reaksi luas dari suporter.
  • Sosok Ferry dikenal sebagai ikon loyalitas dan kultur Sriwijaya FC yang telah berkontribusi sejak era kejayaan hingga saat ini.
  • Manajemen diharapkan segera mengisi kekosongan peran dan memberi penghargaan yang layak atas dedikasi Ferry.
  • Masa depan Ferry belum diumumkan, tapi publik berharap ia akan kembali ke Sriwijaya FC di waktu yang tepat.

Refleksi

Di dunia sepak bola yang penuh pergantian, sosok seperti Ferry Rotinsulu adalah langka: bukan hanya bermain untuk klub, tapi hidup dan tumbuh bersama klub. Ia bukan sekadar bagian dari Sriwijaya FC—ia adalah napas, jiwa, dan semangat wong kito.

BACA JUGA
LAGI TRENDING