Emas Cetak Rekor Tertinggi, Ini 5 Strategi Pemerintah Redam Dampaknya

23 Maret 2025 02:57

Serangkai.co.id - Harga emas global dan domestik mengalami lonjakan signifikan hingga mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah. Secara internasional, harga emas menembus level $3.000 per ounce, sementara di dalam negeri, harga emas batangan PT Aneka Tambang (Antam) mencapai Rp1.779.000 per gram per 21 Maret 2025. Lonjakan ini dipicu oleh ketidakpastian global, seperti ketegangan geopolitik dan kebijakan ekonomi negara-negara besar. Salah satu pelaku pasar, Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Mohammad Faisal, menyebut lonjakan harga emas ini sebagai sinyal bahwa investor global tengah mencari instrumen lindung nilai di tengah ketidakpastian global. "Harga emas yang menyentuh rekor memperlihatkan bahwa pasar global cenderung berhati-hati, dan Indonesia harus sigap menghadapi risiko rambatannya terhadap ekonomi domestik," ujarnya dalam keterangan tertulis yang dikutip dari Kompas.com, 20 Maret 2025

Menyikapi kondisi ini, Pemerintah Indonesia menyiapkan sejumlah strategi untuk menjaga kestabilan ekonomi dan melindungi masyarakat. Berikut adalah strategi yang telah dan akan dilakukan pemerintah: 

1. Peluncuran Bank Bullion Nasional

Sumber : Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden

Salah satu langkah paling strategis yang telah diambil adalah peluncuran bank bullion pertama di Indonesia. Pada 26 Februari 2025, Presiden Prabowo Subianto meresmikan bank ini dengan tujuan menjaga cadangan emas nasional tetap berada di dalam negeri. Dengan adanya bank bullion, pemerintah berharap dapat membangun ekosistem perdagangan emas yang lebih terintegrasi dan mengurangi ketergantungan pada pasar luar negeri. Selain itu, bank ini juga berfungsi sebagai lembaga yang mendukung aktivitas ekspor-impor logam mulia secara lebih efisien.

2. Diversifikasi Investasi untuk Masyarakat

Gambar : Ajaib.com

Pemerintah melalui Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Kementerian Keuangan terus mendorong masyarakat agar tidak hanya berfokus pada emas, tetapi juga mempertimbangkan instrumen investasi lain seperti saham, obligasi, reksa dana, hingga properti. Diversifikasi ini penting untuk menghindari risiko tunggal yang tinggi akibat fluktuasi harga emas dan menjaga ketahanan finansial masyarakat.

3. Edukasi dan Literasi Keuangan

Gambar : Panda.id

Kenaikan harga emas sering kali memicu spekulasi dan keputusan investasi yang tidak rasional. Oleh karena itu, pemerintah bersama lembaga keuangan nasional menggencarkan program edukasi dan literasi investasi, khususnya kepada generasi muda dan investor pemula. Masyarakat diajak untuk memahami risiko dan keuntungan dari setiap produk investasi sehingga tidak mudah terpengaruh isu pasar.

4. Penguatan Rantai Pasok Emas Domestik

Gambar : PT Freeport Indonesia

PT Antam bersama PT Freeport Indonesia (PTFI) telah menjalin kerja sama dalam pengiriman emas untuk memperkuat rantai pasok emas dalam negeri. Langkah ini bertujuan untuk menjamin ketersediaan emas domestik secara berkelanjutan, mengurangi ketergantungan pada pasokan luar negeri, dan menjaga stabilitas harga emas di pasar lokal.

5. Pengawasan Ketat dan Kebijakan Moneter Adaptif

Perry Warjiyo: Gubernur BI Dua Periode Pasca Reformasi
Gambar : Bank Indonesia

Selain itu, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo juga menegaskan pentingnya koordinasi antara pemerintah dan otoritas moneter dalam merespons fluktuasi harga emas. "Kami terus menjaga agar transmisi kebijakan moneter tetap efektif dan inflasi tetap dalam target. Stabilitas sistem keuangan dan nilai tukar menjadi prioritas kami di tengah dinamika global saat ini," katanya dalam konferensi pers (18 Maret 2025)

Dengan strategi-strategi di atas, pemerintah berharap lonjakan harga emas dapat ditanggapi secara bijak dan tidak memicu gejolak ekonomi yang lebih luas. Masyarakat juga diimbau untuk lebih cermat dalam mengambil keputusan keuangan di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian ini.

BACA JUGA
LAGI TRENDING